Saturday, July 08, 2006

 

Pengalaman Pertama Ke Singapura


Singapura adalah Negara impian bagi para pelancong atau yang hobinya traveling, bagi orang yang sudah biasa dan berduit atau koceknya tebal Singapura merupakan Negara biasa saja atau bagi orang yang hidupnya di Singapura ya biasa aja coy.

Berikut pengalaman pertaman naik pesawat dan pergi ke Singapura. Ada beberapa tip dan pengalaman pergi ke singapura :

Saat akan memutuskan ke Singapura karena akan menjemput kaka kita akan pergi ramai-ramai dengan dua orang kaka keponakan dan istri, karena keterbatasan dana tentunya harus memilih ongkos yang irit tapi tetap sampai di tujuan dan diputuskan untuk cari ongkos paling murah prakris dan banyak pengalaman.

Rombongan kita berangkat dari berbagai penjuru Jawa barat ada dari Majalengka, Ciamis, Tasik dan Karawang jadi harus diputuskan berangkat dari Bandar bandung Husein Sastra negara dan ini pengalam bersama keluarga :

Pertama kali kita harus membandingkan tiket pesawat dan fiskal ke Singapura mari kita berhitung :

Tiket Langsung ke Singapura dari bandung pergi pulang sebesar RP 2.550.000,00 ditambah fiskal sebsar Rp. 1.000.000,0 ditambah lagi dengan peron atau apa namanya ? di Bandara sebesar Rp. 100.000,00 totalnya Rp. 3.650.000,00 mahalnya belum lagi harus dikali dua karena berangkat dengan istri jadi ongkos saja 7.300.000,00 belum kalau dihitung kali lima dengan kakak dan keponakan bisa kebayang ah ngga bakal jadi.

Ongkos ke Batam sebesar 400.000,00 dengan pulang pergi jumlahnya sebesar 800.000,00 kemudian ditambah fiskal sebesar Rp. 500.000,00 dari bandara batam (HANG NADIM) kita menuju batam centre naik taxi seharga Rp. 70.000, tapi kalau taxinya melebihi kapasitas penumpang kena cash menjadi Rp 100.000,00 kemudian nyebrang dari batam centre ke Singapura ( Harbour front) seharga 15 dollar singapura kalaupulang pergi, tapi anehnya kalau one way tiketnya 14 dollar Singapur dan kembalinya kapan saja asal tidak lebih dari satu tahun.

Berangkat ke Singapur jadinya lima orang yaitu Kakaku Nomor 2 (Ceu Yayah) Kakak Nomor tiga (Ceu Aitn) Istriku (Nok Ika) dan Keponakanku (Neng Reni) padahal nama sebenarnya Neng Yeni Yanwarni) nama ini juga menjadi masalah dikemudian hari karena pada saat beli tiket namanya Reni padahal seharusnya Yeni Yanwarni maaf Neng mamang salah.

Pada saat berangkat kita pernah stres berat soalnya rombongan start dari Cibiru menuju bandara Husein Satranegara mengambil jalan Sukarno Hatta, dari Buah batu belok kiri mengambil jalan tol ke Pasteur, Ya Alloh keluar tol pasteur jalan muacet banget padahal seharusnya jam 15.00 wib rombongan harus sudah ada di Bandara sedangkan keluar tol sudah jam 15.10 kapal berangkat jam 16.00 WIB dan macetnya sampai jalan pajajaran. Kapal kan bukan seperti bis yang masih bisa menunggu bila rombongan belum datang. Bayangkan kita kalau ketinggalan tidak bisa berangkat padahal tiket sudah beli untuk pergi pulang hangus deh uang tiket sebesar empat juta empat ratus ribu rupiah, lagi pula kita tidak ada pengalaman pergi ke Singapura aduh tolong stress Banget sampai semua anggota rombongan yang akan ke Singapura plus supir (mang encep) keringat ngulucur semua aduh toloooooooong.

Sesampai di Bandara rombongan berbagai tingkah ada yang lari ke loby bandara untuk lapor ke petugas dan menanyakan kapal yang ke batam ada yang lari ke atm soalnya belum punya bekel sedikitpun bagaimana nanti di jalan untuk ongkos taxi dan lain-lain ada yang bawa bagasi menurunkan dari mobil ada yang lari membetulkan nama takut tidak jadi berangkat, tapi untung pesawat terlambat setengah jam aduh lega semua jadi tenang Alhamdulilah stres mengendur lagi .

Tidak banyak cerita yang ada di bandara. hanya ada pertanyaan dari petugas Bandara sehubungan dengan ada satu tas yang kecil tapi berat sekali :Pak ini tas kok berat sekali, isinya apa ? ini Beras ! kenapa bawa beras ke Singapur kan di sana juga banyak ! ini beras asli dari Ciamis buat Cucu tercinta. Dalam hati kan kita bisa ngaliwet rame-rame di Singapur.

Di Bandara kita kena asuransi Rp. 10.000,00 per orang dan bayar peron sebesr Rp. 15.000,00 per orang untuk penerbangan domestik dan Rp. 60.000,00 per orang untuk penerbangan luar negeri.

Setelah bagasi masuk kita melepas lelah dan menurunkan Stress solat dulu ah biar selamat dan memang Sholat kan kewajiban bagi kita....... Allah Hu Akbar kita berdoa untuk keselamatan dunia akhirat.

Masuk pesawat tidak ada yang aneh, pesawat bersih seperti bis patas ac yang belum dinaikin penumpang di Indonesia, kemudian pesawaat di dalam teratur dan ada penerangan dari Pilot harus menganakan sabuk pengaman oke sabuk pengaman tidak masalah tinggal pasang cterk sudah beres saat pesawat mau jalan hati mulai berdebar ini pesawat ini ketinggian berapa ya terus pikiran menerawang lagi : Raja Inal Siregar yang Gubernur yang mantan Kapolda Jabar saat jatuh dari pesawat jadi abu dan sudah tidak dapat dikenali waduh ini pesawat masih laik jalan nggga ya tapi kalau dilihat dari bodinya lumayan juga tidak butut-btut amat aha tenang lagi.

Saat pesawat sudah mulai di tengah yang terlihat hanya awan aduh indahnya tuh awan putih seperti gunung dan dataran yang membentang luas, saya cari-cari daratan kok ngga ada yang kelihatan ya hati mulai berdebar lagi saat pesawat ada sedikit bunyi geredeg geredeg ditambah sang pilot memberi pengumuman : bagi para pelanggan dipersilahkan duduk kembali dan menggunakan sabuk pengaman karena cuasa burukā€ aduh hati mulai berdebar lagi ditambah ada anak kecil yang nangis terus dari tadi hati mulai berkcamuk lagi jangan-jangan ini pesawat ada apa-apanya ah mudah mudahan jangan dan kita mulai berdzikir lagi ALLah Hu Akbar.


Sampai di Bandara Batam (Hang Nadim) hari sudah gelapdan kita mencari informasi naik taksi katanya ongkos taxi dari Bandara (Hang Nadim) ke tampat penyebaranga menuju Singapura (batam centre) sebesar Rp. 70.000,00 per taxi tapi kalau kelbihan penumpang menjadi Rp. 100.000,00 per taxi tapi tidak apa-apa daripada kita harus bayar dua taxi kan Rp. 140.000,00 lumayan ngirit lagi coy.

Rombongan mendapat taxi yang orang medan istrinya dari bandung sempat menanyakan kalau kita mau belanja elektronika di batam tempatnya dimana. Katanya di Nagoya (ow tempatnya seperti di jepang) saja. Dari Batam Centre ongkosnya Rp. 50.000,00 ke Nagoya naik taxi dan dari Nagoya ke Hang Nadim ongkosnya tetap Rp. 70.000,00 dan rombongan berencana untuk pergi ke Nagoya saat akan pulang nanti sambil jalan-jalan cari angin mudah-mudahan dapat Hendy Cam yang murah.

Dari Batam Centre kita menuju Singapura ( ), karena terlambat kita nunggu di batam centre selama kurang lebih 30 menitl, dan ongkos penyebrangan menggunakan kapal peri sebesar Rp 830.000,00 untuk enam orang pulang pergi setelah dihitung malah bukan 16 dolar singapur tetapi kita membayar lebih karena menggunakan rupiah jadi kalau mau nyebrang dari batam ke Singapura harus tukar dahulu uang dolar Singapura hasilnya pasti lebih irit. Jangan luapa di batam bayar dahulu fiskal sebesar Rp 500.000,00 per orang juga kita bayar membawakan bagasi ke kapal dengan ongkos RP. 10.000,00 per satu bagasi dan kita ngasih tip untuk yang membawa bagasi sebanyak Rp. l0.000,00 tapi kalau mau ngirit bagasi bisa dibawa sendiri ke atas dan ke kapal tapi ya ampun bagasinya ada yang berat sekali karena isinya beras.

Perjalanan menggunakan veri dari batam ke Singapura lamanya kurang lebih satu jam pemandangan tidak bisa dilihat karena malam hari, kalau mau disamakan jam di batam harus ditambah satu jam dengan waktu kita terbang dari Bandung.

Sampai di Singapura kita diperiksa Administrasi di bandara yang ditanya adalah anda pernah ditolak masuk ke Singapura jawabnya saya baru pertama kali masuk ke Singapura jadi ditulis NO jangan lupa itu.

malah kakakku ditanya mau apa ke Singapura jawabnya mau nengok famili, siapa familinya, karena susah ngomong keponakan dalam bahasa inggris ya My Son saja jawabnya ok deh jawabannnya diterima dan lolos imigrasi.

Setelah administrasi lolos kemudian diperiksa bagasi, ..... yang lain lolos malah saya kena lagi lagi masalah tas yang sangat berat mana isinya kicimpring mentah dan gula merah selain beras ... waduh gawat nich ... ditanya : Bapak bawa apa .... jawabnya beras di Singapur juga banyak beras ini kan oleh-oleh kemuian tas disuruh buka .... wduh untung ada kuncinya ...... setelah dibuka diperiksa ... dia tanya : Bapak bawa tembakau jawabnya saya tidak pernah merokok... dan beras diperiksa sampai diraba segala kemudian ada kicimring yaitu makanan khas dari tanah leluhurku dia tanya ini apa ini kicimpring makanan khas daerahku untuk keluarga saya di Singapur (dalam hati padahal di Singapur belum tentu dimakan.

Setelah selesai pemeriksaan bagasi kita sudah ada yang menjemput kakaku dan keponakan di Singapura Alhamdulilah tidak akan nyasar. kemudian kita naik taksi yang muetnya banyak langsung menuju Simei Strret 4 Block 228 no #22-222 sampai di rumah mandi makan dan istirahat.

Kesan pertama masuk Singapura tidak setakjub pertama masuk ke Bali karena di Bali Khas budaya dan agamisnya sangat kental sedangkan di Singapura tidak khas cuman bersihnya jauh sekali dengan di Indonesia.

Comments: Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?